Sat, 10 October 2026
alfin
MOJOKERTO — Memadukan teori sains dengan observasi riil di alam terbuka, siswa kelas 4 dan 5 Sekolah Dasar Al-Qur’an Internasional (SDAI) eLKISI antusias mengikuti praktik menanam kacang hijau di Edupark eLKISI pada Sabtu (10/10/2026). Kegiatan aplikatif ini diselenggarakan guna memperdalam materi perkembangbiakan tumbuhan secara generatif melalui biji.
Laboratorium outdoor eLKISI Edupark menjadi wahana strategis bagi santri dalam membedah proses awal pertumbuhan vegetasi secara kontekstual. Tidak sekadar menghafal definisi di bangku kelas, para siswa terjun langsung merasakan tekstur tanah gembur, menakar kelembapan, dan memahami siklus hidup flora sejak masa perkecambahan.
Ustadzah Agustin Dwi Ayuningsih, M.Pd selaku guru pendamping memaparkan bahwa metode pembelajaran berbasis eksperimen lapangan mampu mengunci memori belajar santri secara berkesan. Pendekatan ini mengubah konsep biologi yang abstrak menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus sarat makna.

Praktik Menanam Kacang Hijau di Edupark eLKISI: Teliti dari Lubang Tanam hingga Perkecambahan
Rangkaian agenda diawali pengarahan komprehensif mengenai fase reproduksi generatif dan faktor pendukung kesuburan tanaman. Selanjutnya, para santri dipandu menyiapkan bedengan tanah berpagar bata di dalam greenhouse, membuat lubang tanam berkedalaman presisi, serta mengatur jarak ideal antarlubang agar ruang tumbuh akar terpenuhi maksimal.

Setelah butiran biji kacang hijau diletakkan cermat, siswa menyiram media tanam menggunakan takaran air terukur guna memicu proses imbibisi tanpa menimbulkan genangan. Agustin menekankan pentingnya disiplin penyiraman rutin, utamanya di pagi hari, seraya mengamati dinamika aerasi tanah secara berkala.
Alur praktikum terpadu ini menanamkan kesadaran bahwa setiap ciptaan Allah membutuhkan ketelatenan serta perawatan yang berkesinambungan. Selain mengasah kecakapan motorik dan nalar kritis, agenda ini menumbuhkan rasa takzim santri terhadap keagungan proses penciptaan alam semesta.
Asah Kesabaran dan Karakter Peduli Lingkungan
Keceriaan dan semangat terpancar jelas dari raut wajah para santri sepanjang aktivitas di greenhouse. Jihan Aulia Ahfa, santriwati kelas 4, mengungkapkan kegembiraannya saat berinteraksi langsung dengan media tanah dan benih.
“Dari sini saya mendapatkan ilmu menanam kacang hijau dengan baik dan benar. Saya merasa capek, tetapi sangat seru karena mendapatkan pengalaman baru bersama teman-teman,” ungkap Jihan sumringah.

Melalui terlaksananya praktik menanam kacang hijau di Edupark eLKISI ini, SDAI eLKISI terus mempertegas komitmennya menghadirkan pendidikan holistik berwawasan alam. Pembelajaran bermakna ini diharapkan memupuk empati ekologis santri sekaligus mencetak generasi yang tangguh, terampil, dan berkarakter Qur’ani.
Jurnalis: Bayu Nurjannah
Foto: Ika Meiliya, S.Pd.
Editor: (za/red)
Berita Lainnya
- Bagikan Berita Via