Wed, 7 October 2026
alfin
MOJOKERTO — Suasana penuh khidmat sekaligus haru menyelimuti ruang evaluasi Sekolah Dasar Al-Qur’an Internasional (SDAI) eLKISI Mojokerto. Siswi kelas 3, Alesha Aurora Aprianto, mengukir capaian membanggakan setelah Alesha sukses tuntaskan 90 hadis tematik pilihan dengan predikat Mumtaz (istimewa) pada Rabu (7/10/2026).
Ujian tahfiz hadis tersebut digelar sebagai agenda penutup rangkaian evaluasi prasyarat santri kelas 1 hingga 6 SDAI Internasional eLKISI. Putri pasangan Anang Aprianto dan Amelia Fransisca ini tampil tenang serta fasih melantunkan setiap matan hadis di hadapan tim penguji.
Wali kelas sekaligus guru penguji, Ustadzah Bayu Nurjanah, mengungkapkan rasa bangganya terhadap keteladanan yang ditunjukkan Alesha. Menurutnya, capaian predikat istimewa tersebut diraih berkat kelancaran hafalan, ketepatan lafal, serta kedalaman pemahaman adab yang sangat matang untuk anak seusianya.
Tumbuh dari Kesadaran Diri: Rahasia Alesha Sukses Tuntaskan 90 Hadis
Menariknya, keberhasilan santriwati cilik ini tidak lahir dari desakan maupun beban target orang tua. Alesha menjalankan ritme murajaah hafalan secara mandiri atas dasar kecintaan dan motivasi murni yang tumbuh kuat dari dalam dirinya sendiri.
Dukungan hangat keluarga menjadi pilar penting di balik kelancaran belajarnya di rumah. Sang ayah, Anang Aprianto, bersama sang ibu, Amelia Fransisca, setia mendampingi jadwal setoran harian dengan penuh kasih sayang tanpa membebani psikologis anak.
Semangat tersebut turut menular di lingkungan sekolah menjelang sesi ujian penutup dimulai. Alesha bersama rekan-rekan santri kelas 1 sampai 6 tampak kompak saling menyimak hafalan dengan raut wajah berbinar dan antusiasme luar biasa.

Bukan Sekadar Hafalan, Menghidupkan Sunnah dalam Adab Keseharian
Bagi SDAI Internasional eLKISI, kurikulum tahfiz hadis bukan sekadar ajang mengejar kuantitas hafalan teks. Pihak madrasah menekankan internalisasi nilai-nilai nubuwah agar mengakar kuat dalam pola pikir dan keseharian seluruh santri.
Alesha membuktikan nilai luhur tersebut lewat pembiasaan nyata adab Islami setiap hari. Ia konsisten makan menggunakan tangan kanan, menjaga kebersihan diri serta lingkungan, hingga sigap dan santun membantu orang tuanya di rumah.
Prestasi gemilang ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi santri lainnya untuk semakin mencintai sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sejak usia belia. Pembiasaan hadis membuktikan bahwa pendidikan karakter berbasis sunnah mampu mencetak generasi yang unggul secara spiritual dan adab.
(za/red)
Berita Lainnya
- Bagikan Berita Via