Mon, 28 September 2026
alfin

MOJOKERTO — Siswa-siswi Sekolah Dasar Alam Islam (SDAI) eLKISI antusias mengikuti kegiatan pembelajaran sains aplikatif mengenai Pembangkit Listrik Pikohidro di Edupark eLKISI. Kegiatan ini dirancang untuk mengenalkan teknologi energi baru terbarukan (EBT) secara kontekstual sejak usia dini.
Dipandu langsung oleh Kepala Laboratorium Outdoor eLKISI, Ust. Zainuri, proses belajar mengombinasikan dua metode efektif: penguatan materi teoretis di ruang kelas outdoor dan observasi fisik instalasi pembangkit di lapangan.
Mengenal Konsep Energi Listrik di Laboratorium Outdoor
Kegiatan diawali dengan pemaparan materi pengantar bertajuk “Apa itu Energi Listrik?” di aula laboratorium terbuka. Menggunakan media visual proyektor, Ust. Zainuri menjelaskan definisi muatan listrik, arus searah dan bolak-balik, serta prinsip kekekalan energi.
Para santri putra dan santriwati putri menyimak jalannya presentasi secara tertib. Mereka aktif mencatat ringkasan materi di buku masing-masing guna mempersiapkan diri sebelum terjun ke lokasi praktik.
“Edukasi pikohidro ini bertujuan menanamkan kesadaran ekologis pada santri. Alam sekitar pesantren menyimpan potensi energi melimpah yang bisa dimanfaatkan tanpa merusak kelestarian lingkungan,” terang Ust. Zainuri.
Observasi Langsung Instalasi Pikohidro di Lapangan Edupark
Usai pembekalan di kelas, para siswa bergerak menuju area instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro (PLTPH) yang memanfaatkan debit aliran air alami di kawasan eLKISI Edupark.
Di lokasi lapangan, siswa melihat secara konkret bagaimana air memutar sudu turbin mekanik yang terhubung ke poros generator listrik. Beberapa poin penting yang dipelajari siswa di lapangan meliputi:
- Prinsip Ketinggian dan Debit Air: Pengaruh laju aliran air sungai terhadap daya dorong putaran turbin.
- Konversi Energi Mekanik ke Listrik: Peran generator dalam mengubah energi kinetik putaran turbin menjadi energi listrik siap pakai.
- Distribusi Daya Ramah Lingkungan: Pemanfaatan arus listrik pikohidro untuk penerangan dan fasilitas edukasi di lingkungan Edupark eLKISI.
Komitmen Pembelajaran Berbasis Pengalaman Nyata
Sesi lapangan berjalan interaktif melalui dialog tanya-jawab antara siswa dan instruktur. Para santri mengamati langsung bahwa sains bukan sekadar teori hafalan, melainkan solusi nyata untuk kebutuhan hidup sehari-hari.
Melalui model pembelajaran experiential learning ini, SDAI eLKISI terus berkomitmen mencetak generasi santri yang berakhlak mulia, berwawasan tauhid, serta memiliki kecakapan sains dan kepedulian lingkungan yang kuat.
Berita Lainnya
- Bagikan Berita Via